Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit disaksikan Kepala DKP Sumbar Yosmeri dan Kasiter Rem 032/Wbr Kolonel Inf. Budi Prasetyo saat melepas 20.000 bibit ikan di Danau Singkarak, Jumat (21/6/2019). (Foto: Wahyu)


Ekonomi

Pemprov Sumbar akan Razia Alat Tangkap Bagan di Danau Singkarak

SOLOK (SumbarFokus)

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya menjaga kelestarian ekosistem dan mempertahankan keberadaan ikan bilih di Danau Singkarak, wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Terutama ini karena mengingat, populasi ikan bilih saat ini sudah semakin punah.

Salah satu langkah menjaga populasi ikan ini, Pemprov Sumbar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar akan melakukan razia sistem bagan di kawasan Danau Singkarak. Hal tersebut dilakukan karena bagan dinilai memunahkan populasi ikan di Danau Singkarak, terutama ikan bilih.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sebelum ikut melepas sebanyak 20.000 bibit ikan di danau tersebut. Menurutnya, penangkapan sistem bagan ini bisa menghilangkan populasi ikan bilih sebagai ikan lokal yang ada di sekitar danau.


“Bagan ini memang harus kita larang, karena akan merusak kelestarian ikan bilih. Jangan sampai terjadi seperti di Danau Toba, karena bagan tidak ada lagi ikan bilihnya,” ujar Nasrul, Jumat (21/6/2019).

Selain itu, pihaknya juga akan menindaklanjuti pengurangan jumlah keramba yang ada di Danau Singkarak. Pasalnya, jumlah keramba saat ini mencapai 21.000 keramba, padahal kaspasitasnya hanya untuk 6.000 keramba.

Apabila ini terus dibiarkan, menurutnya ekosistem Danau Singkarak akan semakin rusak dan tercemar karena banyaknya pakan ikan dari zat kimiawi. Dengan alasan itu pula, ia mengajak semua pihak untuk bisa bekerjasama pemusnahan bagan dan penertiban keramba di sekitar danau.

“Mari sama-sama kita jaga kelestarian ekosistem Danau Singkarak ini, agar populasi ikannya juga meningkat. Apalagi sekitar 5.000 nelayan tradisional bergantung hidupnya di danau ini,” ajaknya.

Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Kepala DKP Sumbar Yosmeri, bahwa akan melakukan razia bagan di Danau Singkarak pada 15-19 mendatang. Dalam razia ini akan melibatkan Pemprov Sumbar, Pemda Solok, Polsek, Danramil, Satpol PP, camat, dan wali nagari setempat.

"Razia ini sebagai upaya dalam menjaga kelestarian ikan bilih yang mulai punah, karena menggunakan alat tangkap terlarang ssperti bagan,” kata Kepala DKP Sumbar itu.


Yosmeri menjelaskan, hal itu sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 81 Tahun 2017 tentang Penggunaan Alat dan Bahan Penangkapan Ikan di Perariran Danau Singkarak. Jadi dengan adanya razia ini tidak ada lagi nelayan menangkap ikan menggunakan bagan.

Ia berharap, semua proses pelestarian populasi ikan di Danau Singkarak, terutama ikan bilih bisa terus dilakukan. Tujuannya, selain untuk menjaga ekosistem, keindahan danau, juga sebagai bentuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Singkarak.

“Semua elemen masyarakat sepakat untuk merazia alat tangkap bagan ini, sekaligus penertiban jumlah keramba yang bisa merusak ekosistem di Danau Singkarak. Kalau ikannya banyak, ekonomi masyarakat bisa meningkat,” pungkasnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2022