Wagub Sumbar Nasrul Abit saat menuangkan produk Bios44 di permukaan Danau Singkarak, Jumat (21/6/2019). (Foto: Wahyu)


Ekonomi

Menggunakan Bios44 ,TNI Merawat Ekosistem Danau Singkarak

SOLOK (SumbarFokus)

TNI terus berupaya menjaga ekosistem dan berkelanjutan lingkungan hidup. Salah satunya dengan Bios44 sebagai produk yang multifungsi, baik di sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Langkah yang ditempuh TNI di lingkungan Korem 032/Wirabraja diawali dengan menebarkan produk Bios44 di berbagai daerah Sumatera Barat (Sumbar). Salah satunya di kawasan perairan Danau Singkarak yang terletak di Kabupaten Solok.

Sebanyak tiga dirigen (90 liter) produk Bios44 dilarutkan di permukaan air Danau Singkarak, dengan tujuan menetralisir permuakaan dan dasar danau dari zat kimiawi. Apalagi Danau Singkarak sudah lama tercemar akibat banyaknya keramba di kawasan danau tersebut.


“Sebanyak 90 liter kita larutkan Bios44 dalam danau, untuk menetralisir air Danau Singkarak yang tercemar,” kata Kasrem Kolonel Inf Edi Nurhabad yang didampingi Kasiter Kolonel Inf. Budi Prasetyo di kawasan Danau Singkarak, Jumat sore (21/6/2019).

Selain itu, ia juga menyebutkan Bios44 ini juga akan menjadikan binih ikan yang dilepaskan di Danau Singkarak. Hal ini sebagai salah satu langkah TNI AD di lingkungan Korem 032/Wbr membantu menjaga lingkungan dan ekosistem danau, sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Setelah pemakaian Bios44 ini, tentu benih ikan yang dilepas akan cepat tumbuh dan berkembang biak, serta lebih sehat. Jika ikannya semakin banyak, tentu akan berdampak pada ekonomi untuk kesejahteraan nelayan nantinya,” papar Kasrem.

Kemudian, pihaknya juga akan ikut bertanggungjawab dengan melakukan pengawasan terhadap nelayan dengan sistem bagan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian ikan billih, sebagai ikan utama Danau Singkarak yang kini mulai terasa punah.

“Kita ada Danramil yang akan ikut membantu pengawasan atau razia terhadap nelayan yang nakal, terutama yang bisa membuat ikan bilih punah,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 20.000 bibit ikan nilem dilepaskan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) beserta Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Sumbar. Dengan harapan benih ikan tersebut bisa cepat berkembangbiak untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.


“Setidaknya ada sekitar 5.000 nelayan di kawasan Danau Singkarak, yang bergantung hidup terhadap hasil tangkapan ikan. Jadi kita harap sistem bagan dihapus, dan jumlah keramba juga harus dikurangi,” kata Wagub Sumbar Nasrul Abit yang hadir saat itu.

Nasrul juga sangat mengapresiasi atas keterlibatan TNI beserta jajarannya di Korem 032/Wbr dalam membantu menjaga ekosistem Danau Singkarak. Terutama dengan adanya Bios44 yang diyakini bisa menetralisir kerusakan air akibat banyak keramba.

“Kita dari Pemprov Sumbar sangat berterima kasih, termasuk kepada Danramil serta semua pihak yang terlibat. Mudah-mudah benih ikan yang dilepaskan cepat berkembang,” ucapnya.

Sementara Kepala DKP Sumbar Yosmeri mengajak, agar semua lapisan masyarakat sama-sama menjaga lingkungan, khususnya kawasan Danau Singkarak. Bahkan, dalam waktu dekat akan mengadakan razia terhadap sistem bagan, dan segala bentuk yang merusak danau.

“Kita akan melibatkan Pemprov Sumbar, Pemda Solok, Tanah Datar, Polsek, Danramil, Camat, Walinagari yang ada disekitar danau dalam razia nantinya,” kata Yosmeri. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2022