Sapi-sapi bantuan terlihat kecil-kecil dan kurus kering. (Foto: ELISE)


Lain-lain

Bupati Solok Kecewa, Bantuan Sapi dari Provinsi Dinilai Asal Jadi karena Kecil dan Kurus Kering

KABUPATEN SOLOK (SumbarFokus)

Bupati Solok Epyardi Asda meradang kecewa. Pasalnya, masyarakat melapor bahwa bantuan sapi yang diberikan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi  Sumatera Barat pada kelompok Tani Cinangkiak Jaya, Jorong Tampunik Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak   terkesan asal jadi. Sapi- sapi bantuan terlihat kecil-kecil dan sangat kurus. Terkait kondisi ini, Bupati menyayangkan jika saja ada oknum-oknum yang bermain dalam program bantuan bagi masyarakat.

Menurutnya, bantuan bagi masyarakat harus memberikan manfaat bukan penderitaan. Ditegaskan, dirinya telah memerintahkan Dinas terkait untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

"Jika ini memang tak layak dan di luar spesifikasi, saya mendesak aparat hukum dan DPRD provinsi untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan. Saya tidak mau masyarakat saya dan para kelompok penerima bantuan dijadikan korban kepentingan sekelompok orang demi meraup keuntungan. Saya minta ini ditindaklanjuti oleh pihak hukum, " tegas Bupati Solok tersebut.


Dia juga geram dengan tindakan penyedia barang yang dianggap menzalimi banyak pihak, tak hanya Pemerintah Provinsi sebagai pemilik anggaran, tetapi juga para anggota DPRD yang telah mencetuskan program bantuan tersebut sebagai program aspirasi mereka kepada masyarakat pemilihnya.

Dirinya mendesak Gubernur Sumatera Barat untuk melakukan pemeriksaan terhadap persoalan ini agar program bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

"Sayang kita, jika  program bantuan dari Gubernur diselewengkan oleh oknum-oknum yang bermain untuk mencari keuntungan. Sekali lagi saya mendesak untuk pihak terkait untuk turun ke lapangan, dan melakukan pemeriksaan. Jika memang tak benar, ini harus dilaporkan ke aparat hukum,agar kejadian ini tidak terulang lagi di masa depan," jelas Epyardi .

Rip Efendi, Ketua Kelompok Tani Cinangkiak Jaya, jorong Tampunik Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak di  Singkarak, Minggu (2/1/2022), menyampaikan, sejatinya program APBD 2021 yang diturunkan melalui aspirasi dari Anggota DPRD Provinsi tersebut dapat membantu peningkatan dan kesejahteraan bagi para kelompok ternak. Namun lain halnya dengan  saat ini bantuan sapi dari Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat, sapi yang diserahkan jauh dari kata bantuan program peningkatan kesejahteraan, mengingat sapi-sapi yang diserahkan pukul 01.00 WIB, dini hari, 1 Januari tersebut, dalam kondisi sangat kurus

Rip Efendi, Ketua Kelompok Tani Cinangkiak Jaya, jorong Tampunik Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak ini mengaku sedih melihat kondisi sapi bantuan yang diserahkan oleh pihak penyedia. Dirinya mengaku heran kondisi sapi tersebut, bisa lolos dalam proses pengawasan.

" Kami dibangunkan sekira jam satu dini hari tanggal satu Januari untuk menerima bantuan sapi tersebut. Setelah pagi, kami lihat kondisi sapi-sapi tersebut sangat memprihatinkan, di mana tulang sapi hanya berbalut kulit, kurus kering, dan lemah" jelasnya.


Dikatakannya, ini sangat mengecewakan dirinya dan seluruh anggota kelompok. Karena sapi yang mereka terima tidak sesuai dengan  informasi awal yang mereka terima. Dan sekarang tidak ada anggota kelompoknya yang mau menerima dan merawat sapi tersebut.

“Kami dulu dikasi tahu, yang akan kami terima itu sapi indukan yang sudah disuntik hamil. Nyatanya yang kami terima cuma anak-anak sapi dan kondisinya juga sangat kurus. Sekarang anggota tidak ada yang mau merawat. Takutnya sapi ini mati, tentu balik kami lagi yang disalahkan. Rencananya sapi ini akan kami kembalikan saja,” tambah Say, diiringi rasa kecewa.

Sementara, Plt, Dinas Pertanian Kabupaten Solok Imran Syahrial juga turut menyayangkan kondisi sapi bantuan yang diberikan kepada kelompok tersebut. Dirinya menyebutkan, jika ini tak berjalan baik, tentunya kelompok penerima yang menjadi korban. Menurutnya, persoalan bantuan ternak bagi kelompok tani cendrung bermasalah, namun yang selalu menanggung akibatnya adalah kelompok penerima. Tak hanya itu, Dinas terkait di tingkat bawah selalu dijadikan kambing hitam dalam sisi pengawasan.

"Kita kasihan dengan masyarakat penerima yang selalu dirugikan, contohnya kelompok hari ini, sapi yang diserahkan dalam kondisi sangat memprihatinkan, kurus, lemah, dan diambang kematian, " kata Imran.

Meski telah melalui tahapan dan spesifikasi yang ditetapkan, namun kondisi yang diserahkan kepada masyarakat tersebut yang hanya akan menambah beban bagi penerima. (018)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2022